Belakangan ini aku mulai mengkhawatirkan kondisi kesehatanku. Semasa kuliah gaya hidupku sangat berantakan, tidur tidak teratur, jarang makan dan stress tugas. Sebuah kombinasi yang ternyata sangat berbahaya untuk kedepannya. Saat itu aku merasa penyakit yang menyerangku sebatas flu, batuk maupun demam. Ternyata banyak penyakit diluar sana yang lebih berbahaya. Sejak saat itulah, perlahan aku mulai merubah beberapa kebiasaan buruk.
Salah satu yang aku ubah adalah kebiasaan makan. Aku yang dulu sangat amat malas makan. Hingga di titik aku gak akan makan sampai aku laper banget. Aku merasa mengunyah makanan membutuhkan banyak effort. Nah hal ini dikarenakan mindsetku saat itu adalah aku bisa menggunakan waktu makan untuk mengerjakan laporan praktikum, tugas kuliah dan lainnya. Efeknya adalah beberapa kali aku mengalami asam lambung.
Hal terburuknya adalah aku membiasakan habit makan ini selama bertahun-tahun. Biasanya aku sarapan di pagi hari, untuk siang dan makan malam lebih memilih nyemil roti atau sesuatu yang mudah dimakan, yang bisa aku makan sambil mengerjakan tugas. Bahkan jika hari itu aku terlalu sibuk, aku memilih untuk tidak makan sama sekali. Sekarang saat aku menuliskan artikel ini, aku berpikir kenapa aku semager itu untuk makan?
Hingga akhirnya 2 tahun lalu, dokter bilang aku sakit lambung. Untuk cerita lebih lengkapnya bisa baca disini. Nah setelah pemeriksaan pertama ini, beberapa bulan aku mengalami sakit yang lebih parah. Bahkan hingga di titik aku susah untuk bernafas dan menelan apapun. Tapi tetap saja, karena besoknya aku merasa baik-baik saja, aku tetap masuk kerja. Namun, kenyataannya berubah, seiring berjalannya waktu rasa sakitnya benar-benar gak tertahankan, jadi aku pergi ke RS Unisma untuk periksa dan hasilnya aku terkena Gerd.
Disaat itulah aku mengerti jika ternyata biaya kesehatan itu cukup mahal. Jadi aku sakit karena gerd, lalu aku sakit karena tertampar realita bahwa sehat itu mahal harganya. Poin inilah yang membuatku tersadar jika aku harus mulai menjaga kesehatanku dan itu dimulai dengan merubah pola makanku. Sekarang aku makan 3x sehari dan akhirnya berat badanku bisa mencapai angka 50 kg. Sebuah pencapaian luar biasa, mengingat berat badanku semasa kuliah hanya berkisar di 41-43 kg.
Lalu apakah aku sudah sembuh 100%?
Aku rasa belum, beberapa kali lambungku masih terasa sakit. Jika sakitnya tak tertahankan, aku akan ke dokter. Tapi jika sakitnya masih bisa kutangani, aku memilih untuk minum obat maag komersil. Untuk sekarang aku membatasi makan gorengan dan pedas. Aku hanya makan makanan pedas dalam tingkat normal, level 1 atau pedes dikit aja. Aku juga stop minum minuman kemasan, karena tiap minum itu, lambungku langsung perih. Yang paling penting adalah mengurangi faktor penyebab stress.
Jika kalian mengira pengalaman sakit ini hanya sampai di sakit lambung saja, kalian salah. Semakin kesini aku merasa lebih sering terkena sakit kepala, baik migrain maupun sakit kepala biasa dan solusi yang kugunakan adalah meminum obat-obatan yang mana itu mengeluarkan biaya. Aku juga tiap terkena angin malam atau hujan pasti langsung drop, demam dan flu. Belum lagi pegal-pegal di punggung. Yaps, aku belum terlalu tua tapi semua rasa sakit ini terasa amat sangat mengganggu.
Aku masih berjuang dengan semua penyakit pemuda jompo ini, semoga tahun ini kesehatan kita menjadi lebih baik lagi :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar