Senin, 09 Desember 2024

REVIEW DAN SPOILER 7 WOMEN AND A MURDER (BAHASA)

Kali ini aku akan mereview dan menceritakan sebuah film misteri tahun 2022 dari Italia berjudul 7 Woman and A Murder. Film ini aku tonton di Netflix berdurasi 1 jam 24 menit.


Bercerita tentang sesosok kepala keluarga, Marchello, yang ditikam di punggungnya dan terduga pelaku yakni 7 wanita yang terkurung dalam satu rumah megah untuk memecahkan misteri pembunuhan tersebut. Sejujurnya saat aku menonton film ini aku punya beberapa dugaan terkait apa yang terjadi dan ternyata dugaanku benar. Jadi menurutku misteri di film ini sangat mudah ditebak aja gitu.


Pada bagian awal kita diperlihatkan dengan kedatangan Susanna, sang putri sulung. Ia turun dari taxi dan kedatangannya disambut sang pelayan, Mary. Disini Mary sedikit kebingungan dengan kedatangan Susanna di pagi hari, karena Susanna harusnya datang di siang hari untuk makan siang. Bukan hanya Mary, tapi anggota keluarga yang lain juga terkejut dengan kehadiran Susanna yang lebih cepat.


Jadi beberapa karakter yang berada di rumah tersebut ada Rachel sang nenek (Ibu Mertua Marchello), Margherita sang ibu, Agostina sang bibi, Susanna sang kakak, Caterina sang adik dan Mary sang pelayan. Sementara Marchello sang ayah tidak terlihat karena ia masih berada dalam kamarnya. 


Suasana bahagia itu pun pecah ketika sang pelayan mengantar makanan ke kamar Marchello dan menemukan pria itu tertusuk di bagian punggung, Mary berteriak dan membuat yang lain berlari menuju ke arahnya. Sontak saja mereka terkejut mendengar apa yang dijelaskan Mary. Sang adik pun masuk ke kamar ayahnya untuk memastikan apa yang dilihat oleh Mary, ia kemudian keluar dan mengatakan pada keluarganya bahwa sang ayah sudah meninggal. Mereka semua terdiam terkejut.


Saat hendak menelpon polisi, ternyata kabel telepon sudah dipotong oleh entah siapa. Begitu pula sang ibu, ketika ia hendak menuju kantor polisi dengan mobil, ternyata mobilnya sudah dirusak. Sehingga mereka terjebak dalam rumah mewah itu sementara diluar sedang badai salju.


Tidak lama berselang, mereka menyadari kehadiran seseorang di luar rumah yang ternyata adalah Veronica, sang mantan sekaligus sosok wanita cinta pertama Marchello. Tentu saja kehadirannya membuat semua orang terkejut, ditambah ia mengerti detail posisi apapun di rumah itu. Ternyata hal itu dikarenakan rumah itu adalah rumahnya yang telah dibeli oleh Marchello.


Veronica sendiri beralasan bahwa ia datang karena seorang wanita menelfonnya dan mengatakan bahwa Marchello sudah dibunuh. Kehadiran Veronica tentu saja membuat semua orang curiga. Disini Veronica bersikeras ingin melihat jasad Marchello dan ia mengambil kunci kamar tersebut yang diletakkan di dekat piano. Tetapi walaupun ia sudah berusaha keras memutar kunci, itu tidak berhasil. Kemudian Margaretha mencoba membuka pintunya, dan benar saja pintu itu tidak bisa terbuka. Karena seseorang telah mengganti kunci tersebut dengan kunci palsu.


Kini 7 wanita itu saling bertemu dan saling menuduh satu sama lain. Satu persatu rahasia mereka pun mulai terbongkar dan fakta bahwa masing-masing dari mereka mempunyai motif tersendiri untuk membunuh Marchello.

Awal yang cukup panjang untuk menjelaskan bagaimana 7 wanita ini akhirnya terjebak dengan kasus pembunuhan Marchello di sebuah rumah megah dan ditengah badai salju.


Part setelah ini adalah SPOILER jalan cerita film ini, yang menghindari spoiler bisa langsung close aja artikel ini.


Jadi pada malam sebelum kematian Marchello, tiap wanita yang aku sebut diatas, masing-masing menemui Marchello dengan tujuan masing-masing


Sang nenek, Rachel, Marchello berniat meminta obligasi yang disimpan Rachel, karena perusahannya mengalami kebangkrutan. Tapi sang ibu menolak, padahal Marchello sudah merawat sang ibu di rumahnya selama berpuluh-puluh tahun dan sang ibu menolak memberinya surat obligasi tersebut. Tapi setelah kematian Marchello, ia menyadari jika surat obligasi yang ia simpan dibawah ranjang sudah menghilang tanpa jejak. 


Sang istri, Margaretha yang mengetahui perselingkuhan antara Marchello dan Veronica, ternyata ia juga berselingkuh dengan pria lain. Hal itu membuatnya ingin pergi dari rumah tersebut dan meninggalkan Marchello. Jadi malam itu ia mengatakan pada Marchello jika ia akan meninggalkan rumah tersebut setelah masa liburan selesai.


Sementara Agostina, sang bibi, menemui Marchello untuk meminta maaf terkait surat-surat yang ia kirimkan pada Marchello. Agostina selalu rutin memberi Marchello sebuah buku bacaan yang didalamnya terdapat surat ‘cinta’. Tapi Marchello selalu memberikan buku itu kepada Veronica dan Veronica-lah yang menyadari keberadaan surat tersebut. Ketika Veronica menyampaikan isi surat itu kepada Marchello, pria itu hanya menertawakannya. Ketika kedua kalinya Agostina datang, Marchello menolak menemuinya


Lalu Veronica juga datang di malam itu, ia meminta uang pada Marchello karena ia ingin pergi ke Paris. Tanpa mengetahui jika Marchello mengalami kebangkrutan.


Sang putri sulung, Susannah, memberikan berita bahwa ia sedang hamil dan ia hanya berniat untuk mencari cara mengungkapkan kehamilannya pada sang ibu. Marchello kecewa. Seiring berjalannya cerita, akan ketahuan jika Margaretha ternyata sudah hamil sebelum menikah dengan Marchello. Jadi bisa disimpulkan bahwa Susannah bukan anak kandung Marchello. Informasi ini diberitahukan oleh Rachel


Mary ke kemar Marchello untuk mengantarkan minuman, alasan ia bekerja disana adalah karena ia mencintai Marchello dengan tulus.


Terakhir, sang adik, Caterina, ternyata sepanjang malam diam-diam bersembunyi di balik jendela kamar Marchello, mendengar kan setiap ucapan yang wanita-wanita itu lontarkan. Ia sedih dengan kondisi ayahnya. Mereka pun memutuskan membuat pemalsuan kematian Marchello agar Marchello bisa mengetahui siapa yang benar-benar peduli padanya dan warisannya akan diserahkan pada siapa.


Setelah mengetahui fakta ini, para wanita itupun kecewa, dan mereka pun beramai-ramai menuju kamar Marchello dan mendapati jika kali ini pria itu benar-benar mati karena ia bunuh diri dengan melompat ke bawah.


Bagiku, bagian ketika Caterina memeriksa mayat Marchello sendirian dan mengunci kamar Marchello sudah menjadi petunjuk besar jika ia pasti merencanakan sesuatu. Ia juga dianggap sebagai sosok yang paling tidak dominan sepanjang film, seolah hanya mengikuti alur saja. Tidak seperti karakter lain yang saling berseteru.


Berdasarkan semua itu, aku merasa film ini cukup seru untuk ditonton tapi misterinya kurang menantang. Bahkan sepanjang film tidak diperlihatkan secara utuh bagaimana sosok Marchello, aku sendiri penasaran seperti apa sosok pria yang bisa membuat banyak wanita menyukainya.


Yahhh begitulah review untuk film 7 Women and A Murder. Kita akan bertemu lagi di next artikel, byee